RSS

Materi: Conditional Sentence



            Dalam postinganku kali ini, aku akan berbagi tentang materi yang udah pernah aku dapetin di sekolah, semoga bisa berguna :)
Conditional Sentence
(Kalimat Pengandaian)

Kalian pasti pernah mengandaikan sesuatu seperti misalnya “jika aku bertemu dia, aku akan memperkenalkan diri” atau “jika aku punya uang, aku akan membeli sepatu”. Nah kalimat itu dalam bahasa Inggris disebut Conditional Text atau artinya kalimat pengandaian.
            Conditional sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupa condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence (hasil).
            Conditonal sentence ini fungsinya untuk menyatakan tentang kemungkinan terjadi atau situasi imajinasi. Terdapat 4 tipe conditional sentence. Kondisi yang digambarkan pada conditional sentence type 0 berupa fakta dan selalu terjadi. Conditional sentence type 1 merupakan kondisi yang mungkin terpenuhi. Conditional sentence type 2 kondisinya hampir tidak mungkin terpenuhi. Conditional sentence type 3 kondisinya sudah tidak mungkin untuk dipenuhi. Agak ribet ya, tapi nanti kalo udah ngerti formulanya gampang kok (aku juga awalnya sulit ngerti hehe).

            Formula Conditional Sentence

            Tiap – tiap conditional sentence memiliki formula tersendiri. Tetapi secara umum, rumus kalimat pengandaian ini adalah sebagai berikut.

Text Box: if + condition, result/consequence


Text Box: result/consequence + if + conditionAtau...


          
  Rumus conditional sentence pada tiap – tiap tipe :

Type
Rumus Conditional Sentence
0
if + simple present, simple present
1
if + simple present, will + bare infinitive
2
if + simple past, would/could/might + bare infinitive
3
if + past perfect, would/should/could/might have + past participle


            Conditional sentence type 0
            Conditional sentence type 0 is used for actions that are always true. Itu berarti keadannya bersifat fakta yang pasti akan terjadi bila kamu melakukannya atau bisa juga bersifat kejadian alamiah.
            Function : We use zero conditional to refer to general truth. The time is now or always and the situation is real and possible
Contohnya : If you heat water, it boils. Iya pastikan? Kalau kamu memanaskan air, air itu pasti akan mendidih (dan gak mungkin akan membeku wkwk).
            Cara ku agar lebih mudah memahami tiap tipe conditional sentence adalah dengan memisah kalimat tersebut (karena ada pertemuan pasti ada perpisahan *lah?). Gini maksudnya, kita pisahin kalimat utama (main clause) dengan kalimat if clause (pokoknya yang ada kata ‘if’ hehe)..

            “I am sleepy at work, If I sleep late” (kalimat positif; menyatakan kebiasaan)
            Main Clause     : I am sleepy at work, (simple present)
            If Clause          : If I sleep late (if + simple present)
            Meaning           : I am sleepy at work because I sleep late (artinya tetap sama)
            Terus gimana kalo kalimat if clausenya didepan ? Kalo udah dibagi 2 seperti ini kalimatnya gak akan pusing kok :D
If people eat too much, they get fat.”
” (kalimat negatif; menyatakan fakta)
            Main Clause     : They get fat. (simple present)
            If Clause          : If people eat too much. (if + simple present)
            Meaning           : People eat too much so that they get fat.”
           
            Contoh lainnya :
  • If you touch a fire, you get burned.
  • People die if they don't eat.
  • You get water if you mix hydrogen and oxygen.
  • Snakes bite if they are scared
  • If babies are hungry, they cry
Negatif if + condition
Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.
Contoh conditional sentence: if…not dan unless:
Dengan menggunakan rumus negatif if, contoh conditional sentence seperti di bawah ini.
  • If the students do not understand, they will raise their hand to ask.
  • Unless the students understand, they will raise their hand to ask.
Conditional sentence type 1
            Conditional sentence is used for real and possible situations. Sesuatu yang kemungkinan terjadinya tinggi.
            Function : We use first conditional to refer to possible conditions and its probable result. The time is present or future and the situation is real.
Contohnya : If I meet him, I will introduce myself. Jika saya bertemu dia, saya “akan” memperkenalkan diri.
“If I miss the train today, I will drive to work
Main Clause    : I will drive to work (will + bare infinitive / V1)
If Clause         : If I miss the train today (present tense)
Meaning          :I miss the train today so that I will drive to work atau I will drive to work because I miss the train today.
            Contoh lainnya :

1. Possibilities

You’ll miss the train if you don’t hurry!
If I miss the train today, I’ll drive to work.
I will pass my math exam if I study hard.
If it rains, we won’t have our picnic.
If you stay out in the rain too long, you’ll get sick!
My mom will be angry if I’m late tonight!

2. Superstitions

If you see a penny on the ground and pick it up, it will bring you good luck!
If you break a mirror, you will have 7 years of bad luck!
If you rub a rabbit’s foot, it will bring you good luck!
If you walk under a ladder, you will have bad luck!
You will have bad luck if you open an umbrella indoors.

3. Future plans

If you’re going shopping today, I’ll come with you!
If you can get me a ticket, I’ll go to the concert with you!
If you see Ken later today, will you tell him to call me?

4. Warnings and threats

If you don’t come to my birthday party, I’ll never speak to you again.
If you eat too much ice cream, you’ll make yourself sick!
If you say that again, I will hurt you!
Conditional sentence type 2
Conditional sentence type 2 is used for unreal or impossibele things. Berarti sudah tidak ada kemungkinan untuk terjadi.
Function : We use second conditional to refer hypothetical condition and its probable result. The time is now or any time and the situation is unreal.
Contohnya : “If it rained tomorrow, I would sleep all day.” Jika besok hujan, saya akan tidur sepanjang hari, akan tetapi maknanya berbanding terbalik. Yakni, besok tidak hujan, saya tidak tidur sepanjang hari.
            "If Jack became rich, he would marry her”
            Main Clause    : He would marry her (would/could/might + bare infinitive)
            If Clause         : If Jack became rich (if + simple past)
            Meaning          : Jack doesn’t become rich so he will not marry her (present tense ; will + bare infinitive) Jadi kalau bentuk Conditional sentence type 2-nya positive maka artinya pasti negative dan kembali ke bentuk conditional senctence type 1 yang menggunakan present tense (if clause) dan will + bare infinitive (main clause)
            Contoh lainnya..
            Things in the future that are probably not going to be true. Maybe I'm imagining some dream for example.
  • If I won the lottery, I would buy a big house.(I probably won't win the lottery)
  • If I met the Queen of England, I would say hello.
  • She would travel all over the world if she were rich.
  • She would pass the exam if she ever studied.(She never studies, so this won't happen)
Something in the present which is impossible, because it's not true. Is that clear? Have a look at the examples:
  • If I had his number, I would call him. (I don't have his number now, so it's impossible for me to call him).
  • If I were you, I wouldn't go out with that man.

Conditional sentence type 3

Conditional sentence type 3 is used for unreal past actions. Sesuatu yang sudah gak mungkin terjadi di masa lalu (kayak pepatah bilang, nasi telah menjadi bubur *eh)

Function : we use third conditional to refer to an unreal past condition and its probable past condition and its probable result. The time is past and the situation is contrary to reality
Contohnya: “If you had remembered to invite me, I would have attended your party.Jika kamu ingat mengundang saya, saya akan hadir di pestamu namun maknanya adalah Kamu tidak ingat mengundang saya jadi saya tidak akan hadir di pestamu.
            If I worked hard, I would have passed the exam
            Main Clause    : I would have passed the exam (would/should/could/might have + past participle)
            If Clause         : If I worked hard (if + past perfect)
            Meaning          : I didn’t work hard so I didn’t past the exam (past tense) Kembali ke bentuk conditional sentence type 2.
            Contoh lainnya..
  • If she had studied, she would have passed the exam (but, really we know she didn't study and so she didn't pass)
  • If I hadn't eaten so much, I wouldn't have felt sick (but I did eat a lot, and so I did feel sick).
  • If we had taken a taxi, we wouldn't have missed the plane
  • She wouldn't have been tired if she had gone to bed earlier
  • She would have become a teacher if she had gone to university
  • He would have been on time for the interview if he had left the house at nine
Demikian penjelasan yang bisa aku bagi dipostingan kali ini, kalo ada yang salah mohon koreksi ya ^_^ Menjawab kuis di beberapa link ini sangat membantu dalam menguasai conditional sentence lho..
http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/quizzes/conditional_quiz.htm
https://www.ego4u.com/en/cram-up/tests/conditional-sentences-3 
http://www.englishpractice.com/quiz/conditional-sentences-quiz-1/
http://www.englisch-hilfen.de/en/exercises_list/if.htm

Sumber :
http://www.wordsmile.com/pengertian-rumus-contoh-kalimat-conditional-sentences
http://www.perfect-english-grammar.com/zero-conditional.html
http://www.perfect-english-grammar.com/second-conditional.html
Bashir, Mahrukh.(2014). Bahasa Inggris Kelas XI Semester II. Jakarta;Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia







           

Tugasku: Membuat Laporan Sederhana

LAPORAN
Laporan merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi-inforamsi penting ditulis oleh seseorang yang diberi tugas atau pekerjaan
Dalam hal ini kita menekankan laporan sebagai suatu bentuk tulisan. Tulisan itu berfungsi sebagai alat komunikasi yang didalamnya ada informasi-inforamsi penting bagi seseorang, lembaga pemerintah atau dunia usaha. Seseorang yang membuat laporan tentu berkaitan dengan tugas atau pekerjaannya terhadap objek yang dilaporkan tersebut. Bahkan laporan dibuat untuk menemukan masalah dan mencari solusi atas masalah tersebut.
Supaya laporan dapat menemui fungsinya ada beberapa syarat yang harus diperhatikan yaitu :
a. Objektif, artinya hal-hal yang tercantum dalam laporan tersebut adalah fakta-fakta yang sesuai dengan keadaan di lapangan
b. Lengkap dan sempurna, artinya informasi yang ada dalam laporan tersebut memuat hal-hal yang dibutuhkan bagi orang yang menerima laporan
c. Tepat waktu, artinya laporan itu segera diserahkan untuk mengetahui kondisi yang ada, jangan menyerahkan laporan saat kondisi sudah berubah atau penerima laporan tidak memerlukannya lagi.
d. Menarik, artiknya laporan itu menarik penyampaiannya baik susunan maupun penggunaan bahasanya karena itu laporan hendaklah sistematis dan menggunakan bahasa yang resmi
Jenis Laporan
A. Laporan Formal, Sitematika sebagai berikut
1. Judul
2.Halaman pengesahan disiapkan apabila diperlukan bagi laporan yang harus disahkaan
3. Kata pengantar berisi ucapan syukur,, tujuan/untuk maksud apa laporan dibuat, pihak-pihak yang telah membantu dan ucapan terima kasih kepada yang telah membantu, harapan tentang bermanfaatnya laporan serta nama dan tanda tangan penulis
4. Daftar isi berisi : rekipulasi dari semua sub-sub judul yang ada dalam laporan. Untuk mempermudah, menggunakan angka-angka atau huruf-huruf sebagai penanda
5. Daftar Tabel, daftar gambar, dan daftar garafik, apabila pada laporan itu dilampirkan ta’sel, gambar atau grafik
6. Bagian isi karangan terdiri atas
a. Pendahuluan, mencantumkan hal-hal berikut :
- latar belakang topik yang dibahas
- rumusan maslaah judul
- alasan pemilihan judul
- pendekatan dan metode yang digunakan
- luas lingkup laporan/sistematika penulisan
a. Isi/Batang Tubuh Laporan, menguraikan inti persoalan dan segala sesuatu yang menyangkut persoalan serta pebmahasan dan penyelesaiannya
b. Penutup terdiri atas
- kesimpulan berisi : pokok-pokok penting dari persoalan yang dibahas
- saran berisi, alternatif-alternatif yang dapat diambil dalam mengatasi masalah tersebut.
7. Daftar Pustaka/Biblografi
8. Lampiran-lampiran
B. Laporan Buku
Susunan laporan buku adalah sebagai berikut
1. Pendahuluan, memuat keterangan teknis mengamati buku berisi :
- judul buku
- nama pengarang
- penerbit
- tempat dan tahun terbit
- jumlah halaman
2. Inti/isi, menyajikan ringkasan ini buku secara keseluruhan
1. Kesimpulan dan saran, memuat tentang penilaian penulisan laporan tentang kelebihan dan kekurangan dari segi is, sistematika, bahasa dan lain-lain. Disamping itu penulis laporan juga memberikan saran terhadap isi buku tersebut.
Laporan buku sering disebut juga resensi buku karena tidak hanya menyajikan inforamsi tetnang buku tersebut, tetapi juga memberikan pertimbangan berupa kelebihan dan kekurangan, buku tersebut dimata pelapor. Bahkan disertai dengan sran, hal ini dapat membantu kita dalam membaca sebuah buku.
C. Laporan Kunjungan/Laporan Perjalanan Berisi :
1. julud
2. latar belakang
3. tujuan
4. waktu dan jadwal kegiatan
5. jenis kegiatan di lokasi
6. data-data yang diperoleh di lapangan
7. kesimulan dan saran
Dalam menyadjikan laporan ini penulis menyampaikan data sesuai dengan ke fakta yang ada, untuk meyatakan pendapat penulis tentang keadaaan tersebut dimasukkan pada bagian saran 

Oke, ini adalah salah satu contoh laporan ^_^

Kata Pengantar


            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga saya berhasil menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya yang berjudul “Kenakalan Remaja”.
Laporan ini berisikan tentang informasi pengertian kenakalan remaja atau semua hal yang terkait dengan kenakalan remaja. Diharapkan laporan ini dapat memberikan informasi kepada kita semua,  bagaimana cara menanggulangi terkait dengan masalah kenakalan remaja.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir. Semoga dengan adanya laporan ini dapat membantu kita semua.

Bangli, 27 Agustus 2012



Penulis
Alit Wahyuningsih


i
 

Daftar Isi
Kata Pengantar ...................................................................................................................  i
Daftar Isi ............................................................................................................................  i i
            Bab I
Pendahuluan ...........................................................................................................  1

Bab II
A.
 
ISI ...........................................................................................................................  3
B.
 
Masa Remaja ..........................................................................................................  3
C.
 
Kasus Yang Menyangkut Kenakalan Remaja ........................................................  5
D.
 
Kenakalan Remaja Kini Menjadi Masalah Sosial ...................................................  7
Faktor – Faktor Yang Menyebabkan Kenakalan Remaja .......................................  8
Kesimpulan .............................................................................................................  10

Kata Penutup ......................................................................................................................  11




ii
 


ii
 

BAB I
Pendahuluan
·     
   Latar belakang

Perkembangan individu (remaja) berlangsung terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik diakibatkan sikap mereka yang suka mencoba-coba pada hal yang baru.  Pada perkembangan fisik remaja mulai nampak terutama pada bagian organ-organ seksualnya secara fisik, maupun secara psikis.
Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir. Penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak, sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mental. Semestinya, seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah, sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik.

·        Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka dapat ditarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa saja contoh tindakan dari kenakalan remaja?
2.      Bagaimana cara mengatasi kenakalan-kenakalan remaja?
3.      Apa saja dampak yang akan terjadi?
4.      Bagaimana tanda-tanda masa remaja/pubertas di lingkungannya?


 

·        Tujuan

  1. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai kehidupan di masa remaja.
  2.  Mengetahui dampak yang akan terjadi di masa remaja.
  3.  Dapat berfikir kritis, analitis, dan objektif terhadap masalah di lingkungan sekitar, terutama masalah yang berkaitan dengan kenakalan-kenakalan remaja.
  4.   Mengkaji secara mendalam dari suatu peristiwa atau yang terkait dengan masalah kenakaln remaja.
5.      Agar memperoleh pengetahuan mengenai dampak-dampak.


·        Kegunaan
1.      Bagi Pembaca

1
 
a.       Setelah membaca laporan ini  diharapkan akan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.
b.      Dengan membaca laporan ini diharapkan bisa mengambil manfaat, hikmah serta nilai-nilai yang terkait tentang kenakalan remaja.

2.      Bagi penulis

a.       Dengan mengkaji permasalahan tersebut diharapkan kami dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan yang mendalam.
b.      Sebagai tolak ukur untuk menilai kemampuan kami dalam laporan yang berkualitas.
c.       Mengetahui dampak yang terjadi akibat kurangnya kepedulian orang tua.
2
 

BAB II
Isi

A.      MASA REMAJA

Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial.
Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa.
Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa.
Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka.
Untuk dapat memahami remaja, maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensidimensi tersebut ;
*     
a)      Dimensi Biologis

Terjadi perubahan-perubahan fisik, perubahan tingkah laku maupun psikis Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja.

b)      Dimensi Kognitif

Perkembangan kognitif remaja, dalam merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal. Tahap perkembangan yaitu operasional konkrit, dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi.

c)      Dimensi Moral

3
 
Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka.
d)     Dimensi Psikologis

Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis.

4
 

B. Kasus Yang Menyangkut Kenakalan Remaja


Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak dulu. Para pakar psikolog selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya ini. Kenakalan Remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus. Sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit. Masalah kenalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan arus modernisasi dan teknologi yang semakin berkembang, maka arus hubungan antar kota-kota besar dan daerah semkain lancar, cepat dan mudah.
Simak berita yang menyangkut kenakalan remaja di bawah ini!

Tim Buser SCTV
Febriari, pelaku penculikan Marieta Nova Triani.
13/02/2010 00:03 | Buser File
Liputan6.com, Tangerang: Penggemar jejaring sosial Facebook di Tanah Air melimpah ruah. Mulai dari anak sekolah sampai orang tua aktif menggunakan jejaring sosial ini. Dengan facebook segala hal bisa dilakukan. Bisa bisnis, mencari teman lama hingga mencari jodoh.

Di kawasan Serpong, Tangerang, Banten, pekan lalu remaja bernama Marieta Nova Triani kabur dari rumah kerabatnya bersama teman lelaki yang baru dikenal di Facebook. Keluarga tahu Nova pergi dengan teman bernama Ari setelah ditemukan pesan dari telepon selular.
Sejak saat itu pencarian terus dilakukan. Pengumuman orang hilang pun disebar. Pencarian juga di lakukan lewat dunia maya. Di Facebook, ditemukan akun seorang pria remaja dengan akun bernama Arie Power. Dalam akunnya juga terpampang foto Nova yang disebutnya Bundaqw.
Keluarga juga melapor ke pihak berwajib. Tim Kejahatan dengan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya akhirnya mengendus keberadaan Nova di rumah Ari di kawasan Jatiuwung, Tangerang. Febriari alias Ari Power pasrah saat dibekuk. Ari dan Nova lalu dibawa ke kantor polisi.
Tiba di Polda Metro Jaya, keduanya langsung diperiksa. Dari telepon seluler Nova, polisi mengungkap rencana pertemuan mereka. Nova yang menjadi korban sekaligus saksi juga dimintai keterangan. Lega bercampur haru, tragedi hilangnya Nova berakhir di kantor polisi.
Sejak awal kedatangan Nova yang berusia 14 tahun di rumah Ari memang sudah dipertanyakan pihak keluarga. Fahrul Rozi, ayah Ari bahkan mengaku tak tahu menahu perihal kasus yang menimpa anaknya. Hanya kata maaf yang terucap dari ayah kandung Ari.
5
 
Kini kasus Ari dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Unit PPA Polda Banten. Pelimpahan dilakukan karena tersangka Ari adalah warga Serang yang melakukan komunikasi dengan korban dari sejumlah warung internet di Kota Serang. Ari juga membawa kabur Nova ke Serang.
Ari terancam pasal 332 KUHP tentang membawa lari anak di bawah umur tanpa seizin orang tua dan pasal 82 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anakjika terbukti berhubungan seksual dengan Nova. Ari diancam dengan hukuman kurungan 15 tahun penjara.
Mengacu kejadian di atas, sebaiknya para orang tua mengawasi anak-anak mereka saat bermain internet. Jangan sampai lalai dalam mengawasi anak dalam berinternet, karena modus-modus kejahatan banyak terjadi di dunia maya dan mengincar gadis-gadis belia.(JUM)


6
 

C.     Kanakalan Remaja Kini Menjadi Masalah Sosial
Remaja  Indonesia akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian dari berbagai pihak, khususnya pemerintah dan orang tua. Orang tua terutama yang memiliki anak remaja sangat prihatin dan khawatir kepada putra-putri mereka karna banyak kenalan remaja sangat meresahkan. Kenakalan remaja itu diantaranya adalah seks bebas, penggunaan obat-obatan terlarang, serta minuman keras. Hal ini di tambah lagi dengan tayangan televisi yang banyak memberikan contoh yang sebenarnya itu adalah hal-hal negatif yang sebagian besar banyak para remaja yang seperti di tutut mengikuti tayangan televisi tersebut karena kemajuan jaman.
Majalah-majalah seks juga sekarang banyak di perjual belikan sehingga para remaja dapat  membeli dengan mudah. Bahkan di dunia informatika yang tujuan utamanya adalah untuk memudahkan kita dalam mengakes informasi yang kita butuhkan sering di salah gunakan oleh para remaja untuk memngakses hal-hal yang negatif.  Karena kemudahan memperoleh informasi-informasi yang negatif televisi, majalah dan kemajuan teknologi tersebut maka banyak  para remaja mempraktikkan apa yang di baca dan dilihatnya.
Seks bebas di Indonesia sudah tidak lagi di anggap tabu. Bahkan banyak  diantara mereka harus menikah dini setelah melakukan seks.  Obat-obatan terlarang seperti psikotropika  banyak di gunakan oleh remaja-remaja kita saat ini. Hal ini desebabkan karena banyak pengedar yang memanfaatkan psikoligi para remaja yang masih labil untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Hal kecil adalah rokok. Di dalam rokok terdapat zat-zat yang berbahaya dan mengandung narkotika. Namun remaja putra khususnya sangat sulit apabila mereka di jauhkan dari rokok. Bahkan banyak remaja pada saat ini sudah kecanduan pada rokok. Hal lain yang juga meresahkan orang tua adalah minuman keras. Minuman keras saat ini banyak di jual bebas bahkan dengan harga yang relatif murah.
Minum minuman keras kini menjadi hal yang biasa pada remaja Indonesia. Faktor orang tua dan pendidikan yang kurang memperhatikan mereka dapat menjadi salah satu faktor dalam memengaruhi mereka yang merasa tidak lagi di perhatikan. Minuman keras seakan menjadi pelarian bagi mereka untuk menghilangkan rasa kesal dan emosi. Namun hal ini dapat di cegah dengan lebih memperhatikan mereka.













7
 

D. Faktor – Faktor yang Menyebabkan Kenakalan Remaja
Masa remaja identik dengan keceriaan, kebingungan, persahabatan, pengenalan diri dan sebagainya. Tidak jarang bila remaja mudah sekali tersinggung. Karena egosentrisnya, sehingga tak heran bila tawuran marak dimana-mana gampang sekali untuk perang adu mulut dengan siapa saja termasuk dengan orang tua dan guru. Khususnya remaja yang labil tidak tahan terhadap permasalahan yang menimpa dirinya, apalagi permasalahan yang timbul /berawal dari kondisi rumah /keluarga.
Beberapa penyebabnya :
Kurangnya perhatian dan kontrol dari orang tua.
Hal ini tampak jelas sekali pada para ibu yang bekerja dan bapak yang sibuk sepanjang hari, maka anak dipercayakan kepada pembantu sehingga perkembangan untuk identitas seorang anak sama sekali secara seimbang baik sisi jasmani, kejiwaan, akal serta psikologisnya, sebaliknya sama sekali tidak berkembangnya dan tentunya dia akan berusaha memaksakan kehendaknya kepada orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman dari luar apalagi kalau lingkungan yang mendukungnya tersebut berada pada lingkungan yang tidak baik sehingga timbul permasalahan
1)      Kurangnya pendidikan agama (moral)
Faktor ini yang bisa mempengaruhi prilaku remaja anak. Remaja akan memiliki filter dan berpikir yang matang, sehingga dia akan lebih hati-hati dalam menjalani hidupnya, apabila dalam hidupnya penanaman moral (agama) tetap terus ditanamkan
2)      Kurangnya komunikasi yang lancar antar keluarga
Kembali pada sosok orang tua, orang tua yang bagus harus ada komunikasi kepada anak bagaimana kehidupan / karakteristik putra-putranya supaya tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak baik khususnya tentang kenakalan remaja yang timbul di lingkungan luar, rumah dan sekolah
3)      Faktor dari Sekolah
Bergaul dengan teman yang memiliki moral yang keras yang terfokus melakukan hal-hal yang negatif. Hal ini bisa terjadi karena rayuan dan bujukan teman sendiri untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan atau timbulnya sikap solidaritas yang tinggi atau ada keinginan ikut serta dalam melakukan sesuatu seperti terjerumus dalam tindakan-tindakan kriminal atau obat-obatan terlarang. Hal ini sangat cenderung terjadi di kalangan remaja masa kini, masa remaja identik dengan keceriaan, kebingungan, persahabatan, pengenalan diri dan sebagainya. Sebenarnya remaja sendiri merasa tidak nyaman dengan kondisinya yang berada “di tengah-tengah” tidak jelas akan “Statusnya” tidak bisa dikatakan sebagai anak-anak tetapi juga belum bisa dikatakan dengan orang biasa.
4)     
8
 
Faktor Lingkungan

Lingkungan merupakan hal yang sangat mempengaruhi dalam perkembangan para remaja, terutama sekali dalam pergaulannya.
Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh :
a)      Remaja tersebut salah dalam bergaul
Pergaulan sangat menentukan kepribadian seorang remaja, karena baik buruknya prilaku remaja tergantung dari pandai atau tidaknya remaja tersebut dalam bergaul terutama sekali pergaulan dalam lingkungannya. Apabila seorang remaja salah dalam bergaul, otomatis prilaku remaja tersebut akan menyimpang dari norma-norma atau aturan-aturan yang telah ditentukan, misalnya selalu melakukan hura-hura atau keonaran.
b)      Sikap Solidaritas yang tinggi

Sikap solidaritas yang tinggi antar remaja dapat menyebabkan pula kenakalan remaja. Misalnya si A orangnya baik, dia mempunyai teman namanya si B orangnya pembohong, pemabok dan suka mencuri, karena si A dan si B menjalin persahabatannya dari kecil, sehingga si A rela melakukan apa yang diperintahkan oleh si B, misalnya si A disuruh minum-minuman keras oleh si B, padahal si A tahu kalau perbuatan itu yang dilarang oleh agama. Karena dikatakan tidak gaul oleh si B maka si A meminumnya dan melakukan hal-hal yang tidak baik lagi atau dilarang agama seperti melakukan perbuatan seksual.



9
 

Kesimpulan
Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri.
Hal yang harus dilakukan guna mencegah dari kenakalan remaja yaitu :
ü  Orang tua harus selalu memberikan dan menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya kepada anaknya. Jadilah tempat curhat yang nyaman sehingga masalah anak-anaknya segera dapat terselesaikan.
ü  Perlunya ditanamkan dasar agama yang kuat pada anak-anak sejak dini.
ü  Pengawasan orang tua yang intensif terhadap anak. Termasuk di sini media komunikasi seperti televisi, radio, akses internet, handphone, dll.
ü  Perlunya materi pelajaran bimbingan konseling di sekolah.
ü  Sebagai orang tua sebisa mungkin dukunglah hobi/bakat anak-anaknya yang bernilai positif. Jika ada dana, jangan ragu-ragu untuk memfasilitasi hobi mereka, agar anak remaja kita dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif.




10
 

Kata Penutup


Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam laporan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul laporan ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya laporan ini dan dan penulisan laporan di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga laporan ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.


Bangli, 27 Agustus 2012



Penulis
Alit Wahyuningsih 

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates